Photo of Village Buried by Landslide

125220.jpg


ENGLISH


Hello Hive friends,
May God always bless us all!!!

What I did this week was to tour the village after the flash flood and landslide disaster. It's now the third week since the flood disaster. Some roads to the village are now accessible by motorcycle and foot, while some roads are still impassable by car.

125219.jpg

After several weeks of extremely tense conditions in the village, I finally felt a sense of relief because I could now access the internet, albeit relying solely on the Starlink network. The electricity system wasn't fully operational yet; several poles hadn't been repaired, hindering the flow of electricity.

125223.jpg

Several excavators and bulldozers were still clearing roads buried under soil, rocks, and wood. I was curious to explore the road leading to the residential area near Lake Lut Tawar, Takengon.

125229.jpg

Since the road was passable, I decided to explore the villages affected by the natural disaster. Although the price of motorcycle fuel was very expensive, reaching up to IDR 50,000 per liter, it didn't stop me from exploring these villages.

125221.jpg

As I began to pass through the town, the atmosphere seemed different. It was a little quieter, with fewer vehicles passing by, and the atmosphere seemed to have drifted back in time. I headed towards the village along the road that led along the lake. Along the way, I passed streams, patches of dirt, and rocks.

125230.jpg

This village is located in a hilly area, situated at a 90-degree angle. The intersection of two hillside corners is right in the middle of the residential area. It's no surprise that during heavy rain and landslides, the water flow will enter the residential area. Traces of soil, sand, and rocks from the excavations carried out by road cleaning trucks are visible on the road, and they still remain.

125224.jpg

Several residential areas still bear traces of mud and soil, with even pieces of wood scattered across their yards. Several houses have been damaged and swept away by the floodwaters, and rice paddies have been reduced to piles of mud and soil.

125227.jpg

Several houses were seen damaged and lost in the torrential floodwaters. The remaining houses were filled with mud, leaving only scattered debris. Meanwhile, some houses remained, but they were buried beneath the ground, with the soil reaching waist-high.

125226.jpg

Some residents' houses were still intact, being used by their neighbors as temporary shelters, as the only way to find shelter was with neighbors and relatives. Because there were no emergency tents provided by the government in the damaged houses, and during my travels, I did not find any emergency posts or public kitchens near the damaged housing complex.

125228.jpg

Not only homes were damaged, but also several public facilities, such as places of worship and schools, were severely affected. Schools here were filled with mud. To this day, residents remain homeless, and this disaster has had a significant impact on the victims of natural disasters.

125225.jpg

125220.jpg
125222.jpg

Witnessing what was before me brought back memories of the 2004 tsunami disaster. It was both heartbreaking and unfortunate. It seems like it will take a long time for the situation to recover. I hope they are resilient in facing this tragedy, and I hope that help will arrive soon.


INDONESIA


Hello sahabat Hive,
Semoga tuhan selalu memberkati kita semuanya !!!

Apa yang saya lakukan minggu ini adalah ketika saya telah sempat untuk berkeliling desa paska bencana alam banjir bandang dan longsor. Ini telah memasuki minggu ke tiga paska bencana banjir, sejumlah akses jalan menuju desa telah dapat dilalui dengan sepeda motor dan berjalan kaki, sementara itu untuk mobil, beberapa titik jalan belum dapat dilalui.

125219.jpg

Seteah beberap minggu berada dalam keadan yang sangat mencekam di desa, akhirnya saya dapat merasakan sedikit rasa lega, karena jaringan internet sudah dapat saya akses meskipun hanya mengandalkan jaringan starlink. Untuk kelistrikan, belum sepenuhnya beroperasi secara normal, ada beberapa titik tiang yang belum diperbaiki, sehingga terkendala dalam pengaliran arus listrik.

125223.jpg

Sejumlah excavator dan bulldozer masih membersihkan sejumlah jalan yang tertimbun oleh material tanah, batu dan kayu. Saya penasaran untuk menembus jalan ke arah pemukiman warga yang dekat dengan danau lut tawar, takengon.

125229.jpg

Karena akses jalan telah bisa dilalui, jadi saya memutuskan untuk menelusuri ke desa-desa yang terdampak bencana alam. Meskipun harga minyak / bahan bakar sepeda motor sangat mahal, mencapai hingga IDR 50.000/Liter, tidak menghentikan niat saya untuk menulusuri desa-desa tersebut.

125221.jpg

Ketika saya mulai melewati kota, suasana di kota pun tampak berbeda, sedikit sepi, tidak banyak kendaraan yang lalu lalang, suasana tampak berubah seperti ke masa jaman. Saya menuju ke desa melewati jalan yang berada dipinggir danau, disepanjang jalan saya mulai melewati aliran air, bekas tanah dan bebatuan.

125230.jpg

Desa ini memang berada diwilayah yang dekat dengan perbukitan, dimana berada pada posisi leter siku-siku 90 derajat, dimana pertemuan dua titik sudut bukit tepat berada di tengah-tengah pemukiman, maka tidak heran jika hujan parah dan tanah longsor, aliran tersebut akan masuk kepemukiman warga. Dijalan telah tampak dan masih menyisakan jejak hamburan tanah, pasir dan bebatuan bekas kerukan dari mobil pembersih jalan.

125224.jpg

Sejumlah pemukiman warga masih menyisakan bekas lumpur dan tanah, bahkan beberapa kayu tampak berserakan dihalaman rumah warga. Sejumlah rumah bahkan telah rusak dan hilang terbawa aliran air, hamparan sawahpun telah berubah menjadi tumpukan material tanah dan lumpur.

125227.jpg

Tampak sejumlah rumah telah rusak dan hilang diterjang derasnya aliran banjir bandang, sejumlah rumah yang tersisapuj telah dipenuhi dengan lumpur, rumah mereka tersisa puing-puing yang berserakan. Sementara itu, ada juga rumah yang tersisa, tetapi rumah mereka telah tertimbun dengan tanah, bahkan tanahnya telah menutupi rumah mereka hingga setinggi pinggang orang dewasa.

125226.jpg

Ada juga rumah warga yang masih utuh, dimanfaatkan oleh tetangganya untuk tempat tinggal sementara, karena memang satu-satunya cara untuk menumpang tempat tinggal hanyalah kepada tetangga ada saudara mereka. Karena di bekas rumah yang telah rusak, tidak ada tenda darurat dari pemerintah, bahkan selama perjalanan saya, saya tidak menemukan posko dan dapur umum disekitar pemukiman rumah yang telah rusak.

125228.jpg

Tidak hanya rumah warga, sejumlah fasilitas publik seperti tempat ibadah dan juga sekolah, telah berdampak besar, sekolah disini telah dipenuhi dengan lumpur. Hingga saat ini, warga masih kehilangan tempat tinggal mereka, bencana ini telah memberi dampak yang cukup luas terhadap korban bencana alam.

125225.jpg

125222.jpg

Menyaksikan apa yang ada dihadapan saya, hal ini membawa memori saya ke bencana Tsunami tahun 2004, menyedihkan dan sangat disayangkan. Kondisi ini tampaknya membutuhkan waktu yang lama untuk dapat pulih secara normal, semoga mereka tabah dalam menerima musibah ini dan saya berharap bahwa bantuan akan segera datang kepada mereka.

PONPASE HIVE BLOG.png

That concludes my post, I hope you enjoy it...

All photos were taken with Samsung Galaxy A57 mobile phone camera>>>


download.png


Location Via https://worldmappin.com/ : [//]:# (!worldmappin 4.64449 lat 96.86354 long d3scr)

Regards,
@ponpase

PONPASE HIVE BLOG.png

ponpase footer hive blog.png



0
0
0.000
4 comments
avatar

That is very unfortunate. Hope yall are able to recover.

0
0
0.000